Jelang Nataru, Stok Bahan Pokok di Kukar Aman
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Menjelang perayaan hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), stok ketersediaan dan
harga bahan pokok di Kukar aman dan terkendali.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Sayid Fathullah mengatakan, secara umum ketersediaan bahan pokok di
Kukar masih aman, namun hanya ada beberapa kendala di beberapa Kecamatan yang
alami keterlambatan pendistribusian.
"Kecamatan tersebut ialah Kota Bangun,
Kenohan dan Tabang, sebab pada 3 Kecamatan tersebut terhambat karena adanya
banjir, atau air meluap hingga permukaan," kata Sayid Fathullah kepada
Poskotakaltimnews, Rabu (14/12/2022).
Sehingga pendistribusian tidak bisa dilakukan dengan
cepat, namun pemerintah daerah juga turut mencarikan solusi tersebut, seperti
beberapa waktu lalu pemerintah daerah memberikan bantuan subsidi ongkos angkut
tabung LPG.
"Hal itu bertujuan guna menjaga
kestabilan harga barang barang, di wilayah yerdampak banjir," ucapnya.
Selain itu, Disperindag Kukar juga melakukan
operasi pasar di beberapa Kecamatan, salah satunya di Kecamatan Tenggarong.
Dalam hal ini Disperindag Kukar bersinergi dengan PT. Tunggang Parangan.
"Operasi pasar atau pasar murah
dilakukan di depan PT. Tunggang Parangan, setiap Minggu bertepatan dengan CFD,
harga yang dijual lebih murah dari pasar," ungkapnya.
Menururnya, apabila terjadi kenaikan harga
bahan pokok di sejumlah pasar, hal tersebut sangat wajar, sebab mengingat
adanya perayaan hari besar, yakni Natal dan Tahun Baru 2023. Semakin tinggi
permintaan pasar, biasanya mempengaruhi harganya juga.
Sementara itu Direktur PT Tunggang Parangan
Awang Muhammad Luthfi menuturkan, Tunggang Parangan berkolaborasi dengan
Disperindag Kukar, untuk menggelar pasar murah. Dengan tujuan untuk menekan
inflasi daerah yang disebabkan, khususnya karena kenaikan harga BBM, dan apalagi
menjelang Nataru 2023.
"Yang kita jual kebutuhan bahan pokok,
dengan harga dibawah pasar seperti beras mulai dari Rp. 55 ribu hingga 58 ribu,
gula pasir dan minyak goreng 13 ribu, telor 55 ribu per piring," ujar
Awang Muhammad Luthfi.
Ia juga menyebutkan, hanya Kukar saja yang
telah melaksanakan pasar murah dari 10 Kabupaten/Kota se Kaltim. Bupati Kukar
menginginkan perusda di Kukar juga turut membantu, dalam melaksanakan pasar
murah.
"Sehingga bisa membantu masyarakat
Kukar. Pasar murah yang kita gelar setiap hari Minggu, setiap barang yang kita
bawa selalu habis," tuturnya.
Diketahui, dari data yang diperoleh
Disperindag Kukar pada 9 Desember 2022, bahwa harga beras sekitar Rp. 12 ribu
per kilo, gula pasir Rp 15 ribu per kilo, minyak goreng Rp 23 ribu per liter,
daging Rp. 150 ribu per kilo, telur Rp. 2 ribu per biji.
Kemudian, cabai nerah Rp. 40 ribu per kilo,
bawang merah Rp. 33 ribu per kilo, bawang putih 22 ribu per kilo.(riz)